Kompetensi Unggulan di Indonesia
Oleh : Hanif Rosjik Muhamad Balaswad / 1710631180075
Dibuat untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah
Geopolitik dan Geostrategi Indonesia
Dosen : Prilla Marsingga S.Sos. M.I.Pol
Universitas Singaperbangsa Karawang
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi Ilmu Pemerintahan
2019
Dalam menghadapi situasi persaingan, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kompetensi unggulan yang membedakan dengan perusahaan pesaing. Pemerintah perlu menentukan kemampuas strategis minimal dan esensial agar Indonesia dapat mencapai visi PMD. Pemerintah perlu melakukan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan didayagunakan. Sumber daya tersebut dapat berupa potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan sebagai peluang (Inside-out). Pemerintah dapat pula memilih sumber daya yang sengaja diciptakan dengan memanfaatkan potensi bangsa lain sehingga tercipta peluang baru (outside-in).
Pemerintah segera mencari metode atau cara untuk memanfaatkan sumber daya tersebut, PMD juga dapat diformulasi sebagai strategi ekonomi yang kini telah terpusat kekawasan Indo-Pasifik. Pemerintah perlu menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 sampai 2024 yang didalamnya berisi arah kebijakan poros maritim dunia, penetapan strategi nasional dalam pencapaian poros marisim dunia.
Secara geopolitik, kompetensi unik bangsa Indonesia adalah pada letak geografi yang berada disilang dunia, populasi yang besar serta sumber daya alam yang berlimpah. Indo-Pasifik merupakan ekstensi dari kawasan Asia-Pasifik dengan menambah India sebagai hegemon dikawasan Asia selatan dan Amerika (yang diwakili oleh armada terbesarnya US Indo-Pasific Command yang bermarkas dihawaii) untuk mengimbangi kebangkitan China
Sejak tahun 2007, India telah menyerukan kerja sama dengan pertahanan dengan tiga kekuatan besar yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Australia yang disebut dengan The Quadrilateral Defense Dialogue atau disingkat The Quad. Hanya India yang tidak terjebak dalam interdependensi asimetrik dengan China. Rivalitas yang akut dengan China, membuat India sengaja untuk tidak bergantung kepada China baik secara ekonomi dan teknologi.
Bagi Indonesia, dinamika politik kawasan tersebut meningkatkan posisi tawar karena secara literal posisi Indonesia berada ditengah-tengah Indo-Pasifik, walau atensi The Quad adalah pada China. Indonesia bisa memilih untuk tetap netral dan menjadi pemimpin diplomasi ASEAN atau memihak ke China atau The Quad. Inilah yang dapat menjadi dilema besar bagi Pemerintah Indonesia.
Sementara dari segi demografi, jumlah total populasi Indonesia adalah sekitar 260 juta penduduk. Indonesia akan mengalami bonus demografi beberapa tahun kedepan, dimana jumlah usia produktif yang bekerja akan lebih banyak. Besarnya penduduk usia produktf ini akan menjadi modsl pertumbuhan ekonomi Indonesia dimasa datang, selain itu konsumsi domestikpun menjadi lebih besar. Saat ini jumlah kelas menengah di Indonesia tercatat 40 juta jiwa dari totsl penduduk 260 juta jiwa. Sekitar tujuh juta warga Indonesia masuk kedalam penduduk kelas menengah setiap tahun. Kelompok ini dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sementara dari segi sumber daya alam, Indonesia memiliki kekayaan mineral dan penghasil berbagai jenis tambang seperti minyak bumi, batu bara, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, emas dan perak. Indonesia memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Indonesia juga terkenal dengan kekayaan perkebunannya seperti biji kopi, coklat, kelapa sawit, cengkeh, bahkan kayu yang banyak diantaranya menempatu urutas atas dari segi produksinya didunia dan wilayah perairan Indonesia yang luas juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.
Dari sektor perikanan tangkap, potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian Indonesia diperkirakan mencapai AS $82 milyar pertahun. Potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 ton pertahun terbesar diperairan wilayah Indonesia dan perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Dari jumlah potensi tersebut, guna mejaga stok ikan jumlah tangkap yang diperbolehkan sebesar 5,12 juta ton pertahun. Dari jumlah kompetensi strategi yang diatas, Indonesia patut bersyukur dengan melinpahnya sumber daya yang dimiliki, namun pemerintah perlu memilih sedikit diantaranya untuk menjadi kompetensi unggulan yang dapat mengantar bangsa Indonesia menuju kemakmurannya.
Jika disarikan dalam kompetensi inti Indonesia maka diusulkan kompetensi unggulan nasional adalah sebagai berikut: Pelabuhan laut Internasional. Lokasi indonesia disilang dunia seharusnya memberi peluang Indonesia untuk membangun global transhipnent port alternatif dari pelabuhan Singapura. Kawasan Ekonomi Eksklusif. Indonesia harus bisa memanfaatkannya dengan dibangun dekat dengan pelabuhan laut, sumber pembangkit listrik dan jalur distribusi darat yang lokasinya dekat dengan jalur pelayaran dunia, namun sebaiknya diluar pulau jawa. Sumber daya mineral. Indonesia perlu mengelola penambangan mineral secara profesional agar mampu menghasilkan pendapatan nasional yang signifikan. Sumber daya perikanan. Indonesia telah menjadi produsen ikan tangkap terbesar kedua setelah China. Indonesia masih bisa lebih besar lagi menjadi yang terbesar di dunia. Perkebunan. Indonesia berhasil menjadi penghasil minyak kelapa sawit terbesar didunia, namun harus ditingkatkan lagi di komoditas lainnya seperti kopi, karet, teh dan lain sebagainya.
Indonesia perlu mengikuti sistem MITI di Jepang dan Korea Selatan, dimana ada badan pemerintahan yang ditunjuk sebagai master planner untuk meningkatkan ekspor perusahaan nasional, yang mampu memandu strategi pembangunan industri BUMN dan swasta nasional agar mampu tampil sebagai pemain global.
Menurut saya keunggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia harus dibaca serta dibuat staretegi yang matang Oleh pemerintah kita guna mencapai visi Poros Maritim Dunia (PMD) yang kita harapkan dapat berhsil. Indonesia mempunya letak geografis yang berada disilang dunia, letak geografis tersebut jika direspon dengan baik oleh pemerintah seperti dibangun GTP bukan tidak mungkin kita bisa bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura yang berhasil memanfaatkan letak geografisnya dengan pembangunan GTP.
Jumlah penduduk yang besar di tahun-tahun mendatang dimana kita akan mendapatkan bonus demografi yakni melimpaahnya penduduk usia produktif. Seharusnya mulai dari sekarang kita harus mempersiapkan bonus demografi tersebut karena bonus demografi mempunyai dampak positif dan negatif. Jika dimanfaatkan dengan baik maka bukan tidak mungkin indonesia akan mengalami beberapa keuntungan dari banyaknya usia produktif, akan tetapi jika tidak siap bukan tidak mungkin dampak pengangguran dan kemiskinan akan semakin besar.
Pembangunan KEK disetiap wilayah harus mulai dibangun sesuai dengan kompetensi unggulan didaerah tersebut. Jadi kekayaan alam didaerah bisa dikelola dengan baik dengan adanya KEK. Kekaayaan alam kita seperti perkebunan sangat banyak sekali seperti kopi, karet, cengkeh, kelapa sawit semuanya harus bisa dikelola dan ironisnya negara kita selalu mendominasi ekspor dibidang perkebunan namun belum menjadi ekspor terbanyak urutan kesatu kita masih kalah bersaing dengan negara-negara lain seperti China.
Mengutip teori Nichoolas J.Spykman yaitu teori rimland atau biasa disebut dengan wawasan kombinasi yakni wilayah darat, udara, dan laut semuanya harus saling bersatu menjadi kekuatan. Indonesia harus bisa menyatukan ketiga kekuatan itu, jangan hanya terfokus pada daratan saja tapi kekayaan laut kita harus bisa dimannfaatkan baik itu sumber daya laut kita yang melimpah ataupun pembngunan sarana dan prasarana dilaut guna menunjang perekonomian indonesia dan mencapai visi Poros Maritim Dunia (PMD) pada tahun 2045.
Sumber : Untung S., Montratama., dan sulaiman. 2018. Indonesia Inc Peta Jalan Menuju Poros Maritim Dunia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo